LPSK Terima Permohonan Perlindungan Saksi Fakta Kasus Vina Cirebon

JAKARTA – Lembaga Perlidungan Saksi dan juga Korban ( LPSK ) menerima permohonan pemeliharaan saksi terkait perkara pembunuhan Vina Dewi Arsita kemudian pacarnya, Muhammad Rizky atau Eki pada Cirebon, Jawa Barat. Permohonan ketika ini sedang ditelaah LPSK.

“Belum diberikan pemeliharaan oleh LPSK, masih kami telaah (pengajuan itu),” kata Wakil Ketua LPSK Susilaningtias ketika dikonfirmasi melalui instruksi singkat, Kamis (23/5/2024).

Susilaningtias tidaklah sanggup menjelaskan secara detail identitas saksi yang tersebut mengajukan pengamanan tersebut. Namun, oleh sebab itu masih mendalami keterang dari saksi tersebut. Meski demikian, Susilaningtias meyakinkan bahwa saksi tersebug tidak dari pihak keluarga individu yang terjebak Vina maupun Eky.

“Ini saksi fakta bukanlah dari kedua keluarga korban,” ujarnya.

Saksi fakta yang mana dimaksudkannya adalah, saksi yang mengetahui fakta atau kejadian tindakan pidana dimaksud.

“Intinya saksi yang digunakan tau fakta atau kejadiannya,” kata Susi.

Kasus Vina Cirebon kembali banyak diperbincangkan warga setelahnya film berjudul Vina: Sebelum 7 Hari yang tersebut didasarkan kisah nyata perkara pembunuhan yang disebutkan diputar pada bioskop. Pembunuhan kemudian pemerkosaan terhadap Vina muncul Agustus 2016. Remaja Cirebon itu dibunuh sama-sama kekasihnya, Muhammad Rizky.

Total ada 11 pelaku yang mana terlibat pada kejadian tragis tersebut. Delapan pemukim telah lama ditangkap tak lama setelahnya kejadian, satu warga bernama Pegi alias Perong ditangkap, Rabu (22/5/2024) kemarin, serta dua pemukim yakni Andi dan juga Dani masih buron.

Artikel ini disadur dari LPSK Terima Permohonan Perlindungan Saksi Fakta Kasus Vina Cirebon